Sayyid Quthb : Inspirator Para Mujahid (1)
Sayyid Quthb Ibrahim Husain adalah nama lengkap sayyid
quthb. Beliau lahir di mausyah, salah satu provinsi asyuth, didataran tinggi
mesir. Pada 9 oktober 1906. Lahir dari keturunan keluarga petani terhormat didaerahnya,
dengan lima saudara kandung yang sama-sama menjadi cendekiawan dengan
karya-karya luwar biasa mereka sekaligus aktivis social yang aktif dalam
gerakan-gerakan Islam. Ayahnya bernama al-Haj Quthb bin Ibrahim, adalah seorang
petani terhormat yang relatif berada, dan menjadi anggota komisaris partai
Nasionalis di desanya.
Quthb kecil mempu menghafal 30 juz al-Quran diusianya
yang ke sepuluh tahun. Ia juga sering mengikuti lomba hafalan al-Qura’an di
desanya. Pendidikan dan pengalaman agamanya didapat didesa ia tinggal dengan
tradisi-tradisi keagamaan yang begitu kental dengan kehidupan masyarakatnya. Pada
tahun ke tiga belas dari kelahirannya ia dikirim kepada salah satu pamannya di
Kairo dan melanjutkan setudi di Darul Ulum, ia mendapatkan ijazah S1 nya
dibidang sastra dan diploma dibidang pendidikan. Selama studi dibangku kuliah
ia banyak dipengaruhi pemikiran-pemikiran Abbas Mahmud Al-Aqqad.
Sayyid Quthb memiliki
bentuk tubuh kecil, berkulit hitam namun bertutur kata lembut. Teman-teman
sezaman mengenalnya sebagai pribadi sensitive, tanpa humor, sangat serius dan
sungguh-sungguh dalam persoalan. Buah Pemikiran-pemikirannya tajam dan mampu
menggugah semangat pembacanya dengan kajian realita bersifat keislaman harakah
yang matang, yang menyebabkan ia dieksekusi (hukum penjara).
Ketika terjadinya pembunuhan Hasan Al-Banna, sayyid
Quthb sedang berada di Amerika untuk belajar tentang metode pendidikan barat.
Quthb mendengar berita tersebut hatinya menjadi membara, marah ketika
tokoh-tokoh masyarakat disana bergembira dengan berita tersebut. Ini
menunjukkan bahwa sosok Hasan Al-Banna adalah seorang yang berpengaruh, tidak
hanya ditimur akan tetapi sampai keseluruh belahan dunia. Sekembalinya dari
Amerika Quthb bergabung dengan Ikwahul Muslimin.
Karya-karyanya yang menggugah semangat
Ma’alim fith thariq (Petunjuk Jalan)
Buku ini ditulis untuk terakhir kalinya oleh sayyid
Quthb dalam sejarah luar biasa hidupnya, dan termasuk yang terbanyak dibaca
pembaca diantara buku-bukunya. Buku ini pula yang menjadikan alasan ia diadili
dan dijatuhi kuman eksekusi oleh kerajaan Mesir.
Buku ini sebenarnya seperti membahas dan meringkas
tentang semua karya-karya Quthb sebelumnya, ia membahas bukunya dengan bahasan
awal mengenai pedoman agar menjadi generasi Qur’ani yang istimewa. Kemudian
didalamnya terdapat bahasan tentang manhaj Al-Qur’an dalam dakwah.

Komentar
Posting Komentar